Kamis, 18 April 2013

SEPENGGAL CERITA TENTANG ISRO MI'ROJ NABI MUHAMMAD SAW


بسم الله الرحمن الرحيم


Dalam sebuah riwayat ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isro Mi’roj-Nya. Didalam perjalanan tersebut Beliau SAW melihat sebuah tempat terdapat seorang perempuan sedang disiksa oleh Alloh SWT berupa siksaan rambutnya digantung dan pada kepala bagian otaknya bergolak seperti air mendidih.
Kemudian Beliau SAW bertanya kepada malaikat Jibril as, “ Kenapa perempuan tersebut disiksa sedemikian rupa ?”
Malaikat Jibril as menjawab, “ Perempuan itu tidak menutup kepalanya dengan kerudung ketika sedang bertemu dengan laki-laki selain muhromya!”
Kemudian Beliau SAW melanjutkan lagi perjalanan-Nya dan menemukan lagi suatu tempat dimana ada seorang perempuan sedang menerima siksaan dari Alloh SWT berupa kedua buah kakinya diikatkan kepada kedua belah susunya.
Beliau SAW bertanya lagi, “ Kesalahan apa gerangan yang telah diperbuat oleh perempuan tersebut ?”
Menjawab lagi malaikat Jibril as, “ Dia jika keluar dari rumah tanpa seizin dari suaminya!”
Kemudian Beliau SAW melanjutkan lagi perjalanan-Nya dan menemukan lagi suatu tempat dimana ada seorang perempuan sedang mendapat azab-Nya SWT dengan rupa kepala babi sedangkan tubuhnya berupa himar (keledai).
Maka bertanya lagi Beliau SAW, “ Perbuatan apakah yang telah dilakukan perempuan itu ?”
Malaikat Jibril as menjawab, “ Ia tidak membersihkan badannya dengan bersuci dari hadats besar setelah berjima (cara bersucinya tidak sempurna).”
Nabi Muhammad SAW melanjutkan lagi perjalan dan bertemu lagi dengan sebuah tempat dimana terdapat seorang perempuan sedang disiksa dengan kedua tangan menempel ke keningnya serta mulut menganga dengan lidah terjulur disirami air panas yang keluar langsung ke saluran buangnya.
Nabi SAW bertanya lagi, “ Perbuatan apakah yang telah dikerjakannya ?”
Malaikat Jibril as menjawab, Perempuan itu selalu meminta kepada suaminya untuk membeli atau memiliki sebuah benda / harta diluar kemampuan penghasilan suaminya!”
Kemudian Beliau SAW melanjutkan lagi perjalanan-Nya dan menemukan lagi suatu tempat dimana ada seorang perempuan sedang menerima azab Alloh SWT dengan dirubah rupa mukanya seperti anjing yang dikerumuni kalajengking dan ular.
Bertanya lagi Nabi SAW, “ Gerangan apakah yang dikerjakan olehnya ?”
Malaikat Jibril as menjawab, “ Dia selalu mengadu dombakan (menggosipkan) suaminya dengan orang lain yang dapat menimbulkan fitnah !”


Semoga dari sepenggal cerita di atas dapat menjadi hikmah ilmu kepada saya pribadi juga mudah-mudahan dapat menambah ilmu serta wawasan kepada para pembaca. Amiin…

Telah dituturkan oleh KH Hasan Assazdili Assundusu Assubdugi ; 7 Djumadits tsani 1434 H.

Dari semua yang telah diceritakan di atas apabila ada kesalahan itu datangnya dari saya pribadi dan jika adanya benar maka itu datangnya dari Alloh SWT.
Wallohu A’lamu.

Rabu, 10 April 2013

MENUNDUKKAN HAWA NAFSU


عن أبي محمد عبدالله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما ما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعاُ لما جئت به - حديث صحيح رويناه في كتاب الحجة بإسناد صحيح

Dari Abu Muhammad, Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash radhiallahu 'anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda : “Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah aku sampaikan”. (Hadits hasan shahih dalam kitab Al Hujjah)

Hadits ini semakna dengan firman Allah : “Demi Tuhanmu, mereka tidak dikatakan beriman sebelum mereka berhukum kepada kamu mengenai perselisihan sesama mereka dan mereka tidak merasa berat hati atas keputusan kamu serta menerima dengan pasrah sepenuhnya”. (QS. 4 : 65)

Sebab turunnya ayat ini ialah karena Zubair bersengketa dengan seorang sahabat dari golongan Anshar dalam perkara air. Kedua orang ini datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk mendapatkan keputusan. Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Wahai Zubair, alirkanlah dan tuangkanlah air kepada tetanggamu itu”.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menganjurkan kepada Zubair untuk bersikap memudahkan dan toleransi. Akan tetapi, sahabat Anshar itu berkata : “Apakah karena dia anak bibimu?” Maka merahlah wajah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam kemudian sabda beliau : “Wahai Zubair, tutuplah alirannya sampai airnya naik ke atas pagar kemudian biarkanlah hingga tumpah”.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melakukan hal semacam itu untuk memberi isyarat kepada Zubair bahwa apa yang diputuskan beliau mengandung mashlahat bagi golongan Anshar. Tatkala orang Ashar memahami sabda Nab Shallallahu 'alaihi wa Sallam itu, maka Zubair menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Karena kejadian itulah ayat ini turun.

Hadits yang shahih dari Nabi , beliau bersabda : “Demi diriku yang ada di dalam kekuasaan-Nya, seseorang di antara kamu tidak dikatakan beriman sebelum ia mencintai aku lebih dari cintanya kepada bapaknya, anaknya, dan semua manusia”.
Abu Zinad berkata : “Hadits ini termasuk kalimat pendek yang padat berisi, karena di dalam kalimat ini digunakan kalimat yang singkat tetapi maknanya luas. Cinta itu ada tiga macam, yaitu cinta yang didorong oleh rasa menghormati dan memuliakan seperti cinta kepada orang tua, cinta didorong oleh kasih sayang seperti mencintai anak dan cinta karena saling mengharapkan kebaikan seperti mencintai orang lain”.

Ibnu Bathal berkata : “Hadits di atas maksudnya ---Wallaahu a’lam--- adalah barang siapa yang ingin imannya menjadi sempurna, maka ia harus mengetahui bahwa hak dan keutamaan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam lebih besar daripada hak bapaknya, anaknya dan semua manusia, karena melalui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam inilah Allah menyelamatkan dirinya dari neraka dan memberinya petunjuk sehingga terjauh dari kesesatan. Jadi, maksud Hadits di atas adalah mengorbankan diri dan jiwa untuk membela Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam berperang melawan bapak mereka atau anak mereka atau saudara mereka (yang melawan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam). Abu Ubaidah telah membunuh bapaknya karena menyakiti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Abu Bakar menghadapi anaknya, Abdurrahman, dalam perang Badar dan hampir saja anak itu dibunuhnya. Barang siapa melakukan hal semacam ini, sungguh ia dapat dikatakan kemauan-kemauannya tunduk kepada apa yang diajarkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam kepadanya.

Dituqil dari Hadits Arba'in Annawawi


Rabu, 10 Oktober 2012

BACAAN DO'A-DO'A BA'DA SHOLAT 5 WAKTU


أعوذ بالله من الشيطان الرجيم 

باسم الله الرحمن الرحيم
 

Do’a ba’da sholat shubuh : 

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَ لُكَ عِلْمًانَافِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً وَرِزْقاًطَيِّباً ۔ اَللّٰهُمَّ اهْدِنِى مِنْ عِنْدِكَ وَاقْضِ عَلَيَّ مِنْ فَضْلِكَ وَاسْبِحْ عَلَيَّ رَحْمَتَكَ وَاَنْزلْ عَلَيَّ بِرَحْمَتكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن :


hasiatnya : Insya Alloh memiliki ilmu manfa'at, dibukakan pintu rizqi, berkah dunia & akherat karena kuasanya Alloh, amiinn.. dibaca 3 x

Do’a ba’da sholat zhuhur : 




اَللّٰهُمَّ اِنِّكَ تَعْلَمُ ذُنُوْبَنَا فَغْفِرْهَا وَتَعْلَمُ عُيُوْبَنَا  فَسْتُرْهَا وَتَعْلَمُ َ حَوَاءِجَنَا فَقْضِهَا وَتَعْلَمُ اَمْرَاضَنَا فاَشْفِهَا  وَتَعْلَمُ مُهِمَّاتِنَافَاكْفِهَا رَبَّنَا تَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ وَألْحِقْنَا بِالّصآلِحِيْنَ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى جَمِيْعِ اْلاَنْبِيآءِ وَالْمُصُسَلِيْنَ وأَلْحِقْنَابِالصَّالِحِيْنَ وَصَلَّى الّٰلهُ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلَى جَمِيْعِ اْلأَنْبِيآءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلمَلاۤءِکَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ اْلرَّاحِمِيْنَ اه جواهر ص ۲۰


hasiatnya : bakal disehatkan badan dari segala penyakit lahir batin, diampuni dosa, dikabulkan keperluan, meninggal khusnul khotimah

Do'a ba'da sholat 'asar :




اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَ لُكَ الْعَفْوَوَالْعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَا وَاﻷٰخِرَةِ وَاَسْأَ لُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِى دِيْنِى وَدُنْيَايَ وَاَهْلَى وَمَالِى اَللّٰهُمَّ اسْتُرْعَوْرَاتِى وَاٰمِنْ رَوْعَاتِى اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِى مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِى وَعَنْ يَمِيْيْنِى وَعَنْ شِمَالِى وَمِنْ فَوْقِى وَأَعُوْذ ُبِعُظْمَتِكَ اَنْاُغْتالَ مِنْ تَحْتِى بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَرَّاحِمِيْنَ -  اﻫ الفتوحات  ص١١١
 

hasiatnya : Insya Allah akan membuat sehat dan keberhasilan di dunia dan akherat dengan perlindungan Alloh SWT.

 


Do'a Ba'da Shalat Magrib : 





اَللّٰهُمَّ  يَامُقَلِّبَ اْلقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلٰى دِيْنِكَ وَعَلٰى طَاعَتِكَ سُبْحَانَكَ اِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ٠ اَللّٰهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ َحَراََََمِكَ واَغْنِنيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ٠ اَللّٰهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُوٴْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشۤاءَ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشۤاءُ وَتُعِزُّمَنْ تَشۤاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشۤاءُ بِيَدِكَ اْلخَيْرُاِنَّكَ عَلَى کُلِّ شَيْىٴٍ قَدِيْرﹲ ٠رَحْمٰنُ الّدُنْيَاوَاْﻷٰخِرَةِ تُعْطِيْهِمَامَنْ تَشۤاءُ وَتَمْنَعُهُمَامَنْ تَشۤاءُ ﺇرْحَمْنِى رَحْمَةً تُغْنِيْنِى بِهَاعَنْرَحَْمَةٍ مَنْ سِوَاكَ; x ۳ ; اﻫ الجواهرص٢٧
Khasiat : membuat kuat hati, tetep didalam agama Alloh SWT, dilapangkan milik rezeki dan cepat terbayar hutangnya karena izin Alloh SWT



Do’a Ba’da Sholat ‘Isya :


اَللّٰهُمَّ تُبْ عَلَيْنَا قَبْلَ الْوْتِ وَهَوِّنْ عَلَيْنَا سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَرْحَمْنَاعِنْدَ الْمَوْتِ وَﻻَتُعَذِّبْنَا بَعْدَ الْمَوْتِ يَاخَالِقَ الْحَيَاةِ وَالْمَوْتِ رَبَّنَاتَوَفَّنَامُسْلِمِيْنَ وَالْحِقْنَابِالصَّالِحِيْنَ وَصَلَّى ﷲُ عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ َجْمَعِيْنَ - اﻫ اجواهرص٢٧
Khosiatnya : Insya Alloh dosanya diampuni. Digampangkan ketika dalam sakarotul maut, meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

dituqil dari kitab Almujarrobatu - fil aurodhi wal ad'iyatil masyhuroti
karangan Abi Muhammad  Muhadz dzib 'Azizillahi Alhasani..
Baros, Talaga Gekbrong, Cianjur